Social Icons

Pages

Tampilkan postingan dengan label masjid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label masjid. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 April 2014

Kasus Masjid Ahmadiyah di Tasikmalaya

Masjid Ahmadiyah Tasikmalaya DirusakMasjid dan sejumlah rumah warga jemaah Ahmadiyah, dirusak sejumlah kelompok orang di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu. Salah seorang jemaah Ahmadiyah, Rahmat Maskawan, mengatakan, penyerangan massa itu terjadi setelah digelar pengajian di masjid Ahmadiyah, Kampung Kutawaringin, Desa Tenjowaringin, Kecamatan Salawu. "Penyerangan terjadi sekitar pukul 01.30 WIB, sebelumnya telah pengajian jemaah Ahmadiyah di masjid hari Sabtu sampai pukul 20.00 WIB," kata Maskawan.

Saat kejadian dia sedang menginap di rumah salah seorang jemaah Ahmadiyah, tiba-tiba mendengar suara teriakan dari kelompok orang diluar halaman rumah. Mengetahui ada serangan massa, ia bersama sejumlah jemaah Ahmadiyah lainnya keluar rumah. "Ada suara teriakan, saya kaget, langsung berlari keluar rumah," katanya.

Akibat serangan itu, kata Maskawan, sejumlah rumah warga Ahmadiyah, toko, dan masjid mengalami kerusakan pecah kaca. Peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa atau menyebabkan warga jemaah Ahmadiyah terluka. "Massa dari mana saya tidak tahu, tiba-tiba menyerang shubuh, sebelumnya saat pengajian berlangsung aman dikawal polisi," katanya.

Polisi sempat menghadang massa yang melempar batu hingga merusak kaca rumah warga dan mesjid Ahmadiyah di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu. "Massa mendatangi lokasi kegiatan pengajian Ahmadiyah, maka kami hadang, supaya tidak terjadi benturan," kata Kepala Polres Tasikmalaya, AKBP Widjanarko, melalui telepon seluler, Minggu. Ia menerangkan, kelompok kontra terhadap Ahmadiyah itu mendatangi masjid di Kampung Kutawaringin, Desa Tenjowaringin, Kecamatan Salawu, sekitar pukul 01.00 WIB.

Kedatangan massa itu, kata Widjanarko, karena menduga masih ada aktivitas pengajian jamaah Ahmadiyah di masjid dan meminta untuk dibubarkan. "Isu yang berkembang kegiatan itu (pengajian) masih dilakukan, padahal sudah selesai, makanya kelompok yang tidak berkenan itu datang," katanya.

Puluhan anggota Polres Tasikmalaya yang sudah dikerahkan sebelumnya, kata Widjanarko, berusaha meminta massa untuk tidak mendekati masjid dan kawasan permukiman warga mayoritas Ahmadiyah itu. Namun saat massa diminta mundur untuk kembali ke jalan raya, lanjut dia, tanpa diduga sejumlah orang dari massa itu melempari batu ke arah rumah warga dan masjid Ahmadiyah. Sebelumnya jamaah Ahmadiyah menggelar pengajian rutin di masjid Ahmadiyah Kampung Kutawaringin, Jumat (3/4) sampai Sabtu (5/5).

Selama pengajian itu, sejumlah aparat Polres Tasikmalaya dikerahkan untuk melakukan penjagaan dan pengamanan antisipasi adanya serangan dari kelompok yang kontra terhadap Ahmadiyah. "Pengajian itu sudah digelar Jumat, lalu Sabtu mengadakan lagi, kemudian kami bersama tokoh masyarakat diminta tidak dilanjutkan karena khawatir ada pihak yang tidak berkenan," kata Widjanarko. (*) Antara
Selengkapnya

Kamis, 26 Desember 2013

PAS mahu bina sebuah masjid di Keningau pula

Harakahdaily, 08 Jul 2012

(Tuan Ibrahim dan rombongan melihat tapak Masjid yang hendak dibina di Kampung Batu Luguyan, Pensiangan, Keningau)

KENINGAU: Selepas berjaya membina sebuah surau untuk sebuah pulau di Sandakan, misi dakwah PAS dikembangkan ke Keningau pula.

Kali ini, PAS melalui Lajnah Penerangannya, mahu membina sebuah masjid  di Kampung Batu Luguyan, Pensiangan, Keningau, Sabah.

Semalam, Ketua Penerangan PAS, Datuk Tuan Ibrahim Tuan Man bersama rombongannya melihat tapak masjid itu bersama Ketua Penerangan PAS Sabah, Hishamudin Sulaiman.

Sebelum ini, melalui sumbangan orang ramai, PAS berjaya membina sebuah surau di Pulau Shanghai, setengah jam menaiki bot dari Sandakan.

Surau yang menelan belanja RM60,000 itu satu-satu surau yang berada di pulau itu walaupun banyak rumah PPRT yang dibina oleh kerajaan BN.

Kini, PAS sedang berusaha untuk membina sebuah masjid di kawasan pendalaman pula.

"Di kampung ini, masyarakatnya bercampur antara Islam dan Kristian. Mereka hidup dengan aman kerana mereka bersaudara mara antara satu sama lain.

"Namun yang menjadi masalahnya tiada surau di sini sedangkan ada dua buah gereja di kampung ini," kata Hishamudin, Ketua Penerangan PAS Sabah yang tinggal di Keningau.

(Menyumbangkan bola sepak untuk anak muda)

Kampung Batu Luguyan terletak di bawah DUN Sook dan kawasan Parlimen Pensiangan. Kedua-dua wakil rakyat kawasan ini dari PBRS dan beragama Kristian iaitu Tan Sri Joseph Kurup (Pensiangan) dan Datuk Allaron Angin (Adun Sook).

Dalam ekpedisinya ke Keningau kali ini, Tuan Ibrahim turut melawat sekolah dan bertemu dengan penduduk tempatan.

Semasa meninjau Sekolah kebangsaan Tuarid Taud, Keningau yang terletak 5 km dari pusat pekan Keningau, kedaifan sekolah tersebut jelas kelihatan.

Pondok pengawal yang usang dan ada sebahagian pelajarnya bawah khemah sejak satu tahun lalu.

Ada juga kelas sementara yang dibina hasil sumbangan ikhlas guru guru dan inisiatif PIBG sekolah itu. Ia dibina untuk menyelesaikan masalah pelajar yang belajar di bawah khemah.

Beliau juga meninjau bangunan baru yang saisnya 20 x 20 kaki yang akan menempatkan pelajar serai 30 orang satu kelas.

Ia sudah siap tetapi letrik belum disambung walau telah berbulan siap.

(Belajar di bawah khemah sejak lebih setahun lalu)


"Apakah benar kelas sekecil ini ni  bernilai 170,000 sebagaimana yg dihebahkan," soal Tuan Ibrahim.

Rombongan Tuan Ibrahim  juga sempat bertemu dengan anak muda di Keningai. Beliau dan rombongan di sambut meriah di situ.

Sebagai tanda mata beliau sempat menghadiahkan bola sepak untuk kegunaan mereka.

Kunjungan beliau ke kampung-kampung Melayu juga mendapat sambutan yang meriah dari mereka.

Beliau diberikan kepercayaan untuk bertahnik tiga orang bayi di kampung itu.
template joomla

src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type
Iklan Teks
Selengkapnya