Tampilkan postingan dengan label pekerjaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pekerjaan. Tampilkan semua postingan
Jumat, 05 September 2014
5 Jenis Pekerjaan Yang Menjadi Gaya Hidup Remaja Perkotaan
Geliat perkotaan yang semakin metropolis, menjadikan hirukpikuk yang terjadi di dalamnya dipengaruhi berbagai hal menarik. Pekerjaan-pekerjaan yang dahulunya mungkin dipandang biasa, namun dewasa ini menjadi trend gaya hidup yang banyak digandrungi kawula muda perkotaan.
Berikut ini 5 jenis pekerjaan yang menjadi gaya hidup remaja perkotaan:1. Fotografer

Fotografer atau juru foto adalah orang-orang yang membuat gambar dengan cara menangkap cahaya dari subyek gambar dengan kamera maupun peralatan fotografi lainnya, dan umumnya memikirkan seni dan teknik untuk menghasilkan foto yang lebih bagus serta berusaha mengembangkan ilmunya. Banyak fotografer yang menggunakan kamera dan alatnya sebagai pekerjaan untuk mencari penghasilan. Kecenderungannya yang dekat dengan dunia glamour, semakin menempatkan pekerjaan yang satu ini sebagai favorit kawula muda perkotaan.
2. Modeling

Model atau kadang-kadang disebut peragawan atau peragawati adalah seseorang yang dipekerjakan untuk tujuan menampilkan dan mempromosikan pakaian mode atau produk lainnya dan untuk tujuan iklan atau promosi atau yang berpose untuk karya seni. Terlebih lagi mode pakaian yang dipromosikan adalah milik perancang-perancang terkenal, yang menjadikan pekerjaan yang satu ini identik dengan gemerlap kehidupan kota dengan bayaran memukau. Menjadi seorang modeling tentunya dituntut berpenampilan menarik, cantik dan pintar. Karenanya menjadi model begitu digandrungi wanita-wanita perkotaan dewasa ini.
3. Stand Up Komedian

4. Disc Jockey (DJ)

5. Bartender

sumber
Minggu, 29 Desember 2013
Pekerjaan Paling Menyeramkan
Pekerjaan Paling Menyeramkan Percaya atau tidak mencari mayat telah menjadi rutin harian seorang lelaki bernama Wei Xinpeng. Dia telah bertahun-tahun melakukan pekerjaan tersebut dengan tekun meskipun kedengaran sangat aneh
Wei Xinpeng, lelaki separuh umur yang biasa memburu mayat di Sungai Kuning. Wei, seperti diungkapkan oleh portal berita BBC, kerap memulakan aktivitinya dengan melepak sambil merokok di tepi sungai kuning. Matanya tetap tajam mengamati aliran Sungai Kuning yang keruh. Dia yakin, sungai itu pasti selalu menyimpan mayat manusia, entah korban kecelakaan, dibunuh, atau pun bunuh diri.
Lelaki berusia 55 tahun itu seperti telah hafal betul aliran sungai Kuning, dan dia faham dengan melihat ke mana arus membawa mayat-mayat yang tenggelam di sungai itu. Biasanya, Wei mendayung perahunya ke satu jambatan kecil di hilir. Di sana, biasanya mayat tersangkut di celah besi jambatan. Dalam tujuh tahun terakhir, mencari mayat kini adalah kegiatan rutin Wei. Dia menjual penemuannya (mayat) itu ke ahli keluarga mangsa. “Saya memberi penghargaan kepada si mayat,” ujarnya seperti dilansir BBC.


Wei mengaku telah mengumpulkan lebih 500 mayat dari dasar sungai. “Orang-orang ini mati dengan cara menyedihkan,” ujar Wei. Dia mengumpulkan mayat penemuannya itu di satu teluk kecil yang tidak dibawa arus. Mayat-mayat beragam bentuk itu dikumpulkan di sana. BBC melaporkan, di teluk kecil itu ada empat mayat yang tubuhnya telah kaku, dengan kepala tertelungkup ke bawah. Setiap kali berhasil menangguk mayat, Dia menyebut ciri fisikal mayat itu, sehingga ahli keluarga yang bersangkutan dapat segera mengenalinya. Biasanya, ahli keluarga si mayat akan menelefon Wei, dan meminta dihantarkan ke tempat dia menyimpannya.
Wei membawa ahli keluarga si mayat ke teluk kecil itu. Dia membalikkan tubuh si mayat agar wajahnya dapat terlihat. Jika ahli keluarga si mati ingin membawanya pulang, maka mereka harus membayar wang (sebangai penat lelahnya) lebih dari US$500, Wei mengatakan, selama ini dia telah menjual sekitar 40 mayat. Tapi kadang2, keluarga si mayat enggan membayar, dan pulang tanpa membawa jenazah yang ditemui Wei. “setelah Mereka melihat sebentar, lalu pergi tanpa berkata apa-apa. Mereka tak membawanya pulang,” ujar Wei.
Jika sudah begini, Wei terpaksa harus menguburkan mayatnya secara pantas. Soalnya, pemerintah akan membiarkan mayat yang ditemuai membusuk tanpa melakukan apapun. Wei mengatakan apa yang dia lakukan bukan semata-mata kerana wang, tapi kerana alasan lebih pribadi. Dia pun berkisah. Pekerjaan ini, kata Wei, bermula dari usahanya untuk mencari anaknya sendiri, yang tenggelam di Sungai Kuning. “Anak saya tenggelam di sungai ini dan saya tidak dapat menemui mayatnya. Sangat menyakitkan. Itu sebabnya saya melakukan pekerjaan ini,” ujar Wei. Putra Wei sampai sekarang belum ditemui.
Langganan:
Postingan (Atom)