Social Icons

Pages

Tampilkan postingan dengan label setelah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label setelah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Februari 2014

Lima Artis Bercerai Setelah Jadi Anggota DPR



Dari kanan: Jamal Mirdad, Rachel Maryam, Venna Melinda, Teresia Pardede dan Wanda Hamidah.

JAKARTA - Fenomena artis-artis yang kawin cerai setelah duduk menjadi anggota legislatif, aktor Tommy Kurniawan berharap hal tersebut tak terjadi pada dirinya.

Kelima artis yang bercerai setelah jadi anggota DPR itu adalah Jamal Mirdad, Tere, Rachel Maryam, Wanda Hamidah dan Venna Melinda.

Bintang sinetron Inayah ini menuturkan hal paling penting yang harus dijaga meski sudah menjadi anggota dewan adalah komunikasi. Selain itu, kepercayaan terhadap pasangan juga menjadi penting untuk menjaga keharmonisan rumah tangga.

"Jangan dong, saya berharap walaupun sudah jadi, keharmonisan rumah tangga tetap dijaga. Kepercayaan yang ada sekarang dijaga sampai kedepannya," kata Tommy di kantor DPP PKB, Minggu (21/4/2013).

Risiko menjadi anggota dewan, kata Tommy, juga telah dipahami olehnya. Karena itu ia kembali menekankan kalau komunikasi dengan istri adalah hal terpenting yang juga harus dijaga.

"Kerjaan pasti jadi lebih banyak. Apapun risikonya, aku tanggung. Yang jelas, komunikasi tetap jadi yang utama," pungkasnya.
Selengkapnya

Jumat, 27 Desember 2013

Lelaki ini Bingung apabila Dibebaskan Setelah 38 Tahun Dipenjara

  15 April 2013 catatan idahsalam

  New York - Seorang lelaki Amerika Syarikat   dibebaskan setelah mendekam di dalam penjara selama 38 tahun terakhir. Lelaki ini dinyatakan bersalah atas pembunuhan dan pemerkosaan seorang anak perempuan berusia 8 tahun pada tahun 1975 silam.

David Bryant yang masih berusia 18 tahun ketika dijatuhkan hukuman bersalah oleh mahkamah, selalu membantah seluruh perbuatan yang didakwakan kepadanya. Namun mahkamah menyatakannya bersalah dan menjebloskannya ke dalam penjara.

Namun minggu ini, seperti dilansir Asia One, Isnin (15/4/2013), Hakim Seth Marvin dari Bronx, New York, memerintahkan pembebasan Bryant. Keputusan ini keluar berpuluh-puluh tahun setelah hukuman bersalah yang diterima Bryant, dan bertahun-tahun setelah Bryant mengajukan rayuan ke Mahkamah tinggi.

Hakim Marvin enggan berkomentar soal apakah Bryant akhirnya dinyatakan tidak bersalah setelah pembebasan ini. Alasan keputusan ini lebih kerana hakim Marvin tidak yakin bahawa Bryant telah mendapat perbicaraan yang adil. Sebabnya, ketika itu Bryant tidak didampingi oleh peguam.

Dalam keputusannya, hakim Marvin menitikberatkan bahawa peguam yang ditunjuk mahkamah untuk mendampingi Paul Auerbach ternyata sama sekali tidak pernah memeriksa golongan darah Bryant untuk diverifikasi. Hal ini, menurut hakim Marvin, menjadikan kes yang dijeratkan kepada Bryant, tidak valid.

"Kesalahan dalam kes yang tergolong langka ini, yakni satu kesalahan dalam pembelaan yang kompeten, sangat fatal dan merugikan, yang telah merampas hak terdakwa atas perbicaraan yang adil," tutur hakim Marvin, yang juga menyalahkan kelalaian dan ketidaktahuan peguam terdakwa saat itu.

Sementara Bryant yang mendengar putusan ini mengaku mulanya merasa senang. Namun belakangan dia merasa takut dan terancam. Kerana sudah nyaris empat dekade berada di dalam jeriji besi, Bryant pun bingung ketika dirinya kini boleh menghirup udara bebas.

"Saya tidak tahu harus ke mana. Saya bahkan tidak punya wang sama sekali. Apa yang akan saya lakukan? Saya masih tidak tahu," ucapnya kepada Daily News.

Namun Bryant berharap dia boleh melakukan hal-hal baik setelah kembali mendapat kebebasannya. detikNews
Selengkapnya